Literasi, Kebangkitan Massa Bergerak, dan Penghancuran Oligarki

Mantan presiden Habibie menjadi bintang iklan layanan sosial di media massa. Teknokrat ini merayu publik agar mau menyumbang proyek pesawatnya yang lama mangkrak. Pada saat hampir bersamaan, ada heboh kebohongan publik dilakukan Dwi Hartanto, mahasiswa yang mengaku doktor teknik pesawat. Tak tanggung, satu acara talkshow terkenal, kena tipu Dwi Hartanto.

Kedua sosok ini, adalah potret manusia Indonesia yang memimpikan serta mengagumi sesuatu yang besar dan megah, kekuasaan teknologi. Membaca biografinya, kedua sosok ini mengalami satu momen kebebasan, di mana intelektualisme dan individualisme mendapat tempat, tersedia melalui kondisi sosial politik negara bekas kolonial yang tengah dalam kondisi transformasi kebudayaan pembentukan kelas oligarki baru mengganti oligarki lama.

Dalam formasi konsolidasi kelas oligarki tersebut, keduanya sukses menjadi agen, di mana perubahan dan transformasi tidak akan pernah menyentuh massa.

Pada tragedi Habibie yang minta sumbangan, dan pada tragedi Dwi Hartanto yang menipu, kita disuguhi fenomena gagalnya individu tanpa kolektivitas dan tanpa tanggungjawab, tumbuh menjadi bagian masyarakat bergerak yang sedang bertransformasi melawan kelas oligarki, entah itu berbentuk negara atau pemilik modal.

Kelas oligarki, selamanya adalah musuh literasi. Kesadaran individu untuk mengkonsolidasikan diri ke dalam kelompok massa bergerak, yang akan memperbaiki politik dan kebudayaan yang melembaga melalui sistem negara, menjadi kunci.

Di bawah kuasa oligarki kita disuguhi banyak hal fenomena yang menista akal sehat. Perilaku korupsi, menikmati narkoba, hidup konsumtif, kematian nalar, adalah khas milik individu tanpa kolektivitas yang menikmati dikuasai dan diobjektivikasi oleh kelas oligarki.

Pada penggambaran realitas sosial politik budaya di atas, kita mampu memilih. Kita sudah, tengah dan akan terus dihadapkan pada pilihan. Kita bisa memilih menjadi bagian massa bergerak, sekedar menjadi pion kaum oligark, atau menjadi bagian kaum oligark itu sendiri.

Hidup adalah pilihan dan suatu momen perjuangan. Kita harus sama-sama buktikan, bahwa perubahan itu baik dan transformasi haruslah menyentuh massa. [ ]

Posted in

Leave a Comment