Editorial

Pisau Media di Tangan Oligarki

Pemerintahan rezim daripada Soeharto yang totalitarian, ditandai dengan dominasi total atas seluruh ranah kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya dan lainnya, dan media dijadikan semata-mata alat politik kekuasaan untuk menghegemoni rakyat agar patuh pada penguasa. Meski hidup di bawah penindasan selama lebih dari 30 tahun di era kekuasaan Soeharto, ironisnya sebagian orang merasa nyaman, aman dan…

Baca selengkapnya...

Literasi, Kebangkitan Massa Bergerak, dan Penghancuran Oligarki

Mantan presiden Habibie menjadi bintang iklan layanan sosial di media massa. Teknokrat ini merayu publik agar mau menyumbang proyek pesawatnya yang lama mangkrak. Pada saat hampir bersamaan, ada heboh kebohongan publik dilakukan Dwi Hartanto, mahasiswa yang mengaku doktor teknik pesawat. Tak tanggung, satu acara talkshow terkenal, kena tipu Dwi Hartanto. Kedua sosok ini, adalah potret…

Baca selengkapnya...

Aksi Politik dan Dukungan Publik

Gayung bersambut. Setelah berlangsung aksi 212, lahir aksi 412. Jika aksi pertama diklaim sebagai aksi bela agama, maka aksi kedua diklaim sebagai aksi bela budaya. Penggagas aksi berkali-kali menekankan jika aksi pengerahan massa itu bukanlah merupakan aksi politik terkait pilkada Jakarta. Khalayak paham bahwa penyangkalan itu tidak memperbaiki apapun. Kita tetap dihadirkan fakta ada sejumlah…

Baca selengkapnya...

Era Digital, Negara-Bangsa dan Globalisasi Politik

Mohammad Hatta pada 2 September 1948 memberi keterangan di depan BP KNIP mengenai politik Indonesia yang memilih tidak pro ini atau pro itu. Inilah mula sebutan politik luar negeri bebas dan aktif. Bebas menentukan jalan sendiri dan aktif dalam perdamaian dunia. Hatta menyebut jika politik Indonesia itu ibarat mendayung di antara dua karang. Bukanlah hal…

Baca selengkapnya...